Madurazone.co, Sumenep – Menyusutnya CSR (corparate social resposibility) dari PT KEI Sapeken membuat warga ogah menerimanya. Bahkan, secara warga sejumlah desa di kecamatan Sapeken, Sumenep, Madura tak mau menerima dana sosial itu.
Akibatnya, dana CSR PT KEI itu terpaksa tidak dicairkan. Dan dikembalikan kepada K3S untuk disampaikan kepada SKK Migas. Memang, CSR PT KEI turun hingga 50 persen. Dari sebelumnya 2014 senilai Rp 1,6 miliyar, namun tahun ini hanya sekitar Rp 800 juta. Sehingga, warga menggangap tidak layak diberikan kepada warga.
Penolakan CSR itu oleh K3S sudah disampaikan ke SKK Migas. Hanya saja, sampai detik ini belum ada kepastian dari pusat. “Karena belum ada kepastian, maka CSR KEI tentu saja tidak bisa disalurkan. Hingga saat ini masyarakat juga masih menunggu dana. Tapi, kalau tetap nominalnya bisa saja ditolak kembali,” Kata Dadang Dedy Iskandar, Kasi Minyak dan Gas Kantor ESDM.
CSR PT KEI ini diberikan kepada semua desa yang ada di Sapeken. Namun, nominalnya tidak sama. Untuk yang paling dekat wilayah ekploitasi lebih besar, seperti Desa Sepanjang dan Pagerungan Besar. “CRS perusahaan migas itu diperuntukkan untuk kesehatan, fasilitas umum (fasum) dan penyuluhan serta peningkatan gizi,” ujarnya. (yt)