Madurazone.co, Pamekasan – Sejumlah Mahasiswa yang mengatasnamakan Jajaaran Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) STAIN Pamekasan menggelar aksi solidaritas ke pemkab Pamekasan, Madura, Jawa Timur. Aksi itu dikakukan berkenan dengan hari pahlawan, 10 nopemeber ini.
Mahasiswa melakukan konvoi dari depan kampus STAIN Pamekasan, bergerak menuju monomen Arek lancor sebagai titik perkumpulan semua peserta aksi. Beraneka ragam atribut yang dibawa, termasuk selebaran dan sejumlah atribut lainnya.
Ach Hariyadi Ketua DEMA menegaskan perjuangan itu tidak pada persoalan kepentingan sesaat, melainkan kepentingan jangka panjang rakyat dan bangsa ini.
” Kita selaku mahasiswa mempunyai tanggung jawab besar sebagai agend of sosial change, social control dan social development bangsa ini. Jadi, tanpa kita selaku mahasiswa, siapa lagi yang akan memperjuangkan hak rakyat,” tegasnya.
Musfiqul Khoir salah satu orator lainnya, menuntut semua elemen pemerintah Daerah agar bekerja sesuai tupoksi masing-masing, ” berapa kasus yang terjadi di pamekasan, akibat kelalaian dan ketidak seriusan pemerintah dalam melaksanakan tugasnya,” singgungnya,
Aksi yang digelar mahasiswa itu menuntut untuk meningkatkan perekonomian bangsa, perbaiki hukum dan keadialan indonesia. Kemudian, selamatkan lembaga penegak hukum dan keadilan (KPK MA MK), perbaiki sistem pemerintahan indonesia, serta Lindungi, perhatikan nasib rakyat dan bangsa indonesia.
Sayangnya aksi yang mereka gelar itu tidak ditemui oleh bupati Pamekasan. Sehingga, massa hanya bisa menyuarakan aspirasi lewat pengeras suara, tanpa ada respon. (ri)