madurazone.co, Sumenep – Pembangunan monumen pesawat di sebelah utara bandara Trunojoyo, Kalianget, Sumenep Madura, Jawa Timur dipersoalkan. Pasalnya, pembangunan dengan menggunakan dana CSR bank Jatim Sumenep (corparate social responsilibity) senilai Rp 150 juta dinilai kurang tetap.
Anggota komisi I DPRD Sumenep Joni Tunaidi menjelaskan, pembangunan monumen pesawat melalui CSR itu sangat tidak layak. Sebab, hanya simbol, dan tidak menyentuh langsung kepada masyarakat. “Kaitan langsung dengan masyarakat tidak ada. Jadi, bagi kami anggaran itu mubazir,” ucapnya.
Seharusnya, sambung dia, dana CSR itu yang bersentuhan langsung dengan rakyat. Seperti infrastuktur jalan, pendidikan atau lainnya yang bisa dirasakan langsung masyarakat. “Kalau monumen itu apa sentuhannya kepada masyarakat. Jadi sangat tidak tepat,” ujarnya.
Memang, menurut dia, CSR terserah perusahaan, tapi harus menyentuh ke masyarakat. Bukan asal saja. “Makanya, ke delan kami sudah gagas perda tentang CSR ini. Supaya perusahaan tidak sembarangan, dan memberikan terhadap apa yang berdampak kepada masyarakat,”ucap Politisi Demokrat ini.
Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi menjelaskan, soal CSR itu diserahkan kepada perusahaan. Sebab, itu hak murni dari profit perusahaan. “Di Sumenep belum ada payunh hukumnya tentang CSR. Tentu apa kata perusahaan,” katanya melalui sambungan telepon kepada madurazone.co. (yt)