madurazone.co, Sumenep – Warga Pulau Giliraje, Kecamatan Giligenting, Sumenep, Madura, Jawa Timur mempertanyakan kelanjutan proyek pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD). Sebab, hingga saat ini belum juga beroperasi.
Informasinya, proyek PLTD itu yang ada baru tiang yang akan menyangga kabel. Bahkan, tiang yang dipasang itu sudah ada beberapa yang roboh, akibat cukup lama tidak beroperasi. Sehingga, banyak warga menganggap mubazir. Warga menganggap proyek dimaksud lambat.
“Proyek PLTD sudah lama, tapi hingga saat ini juga belum terealisasi. Kami sangat aneh, mengapa pemkab ini cukup lambat masalah PLTD. Padahal, ini sangat dibutuhkan warga,” kata Sahrul Gunawan, warga setempat.
Seharusnya, sambung dia, proyek yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dipercepat, jangan ditunda. “Anggarannya di APBD diperbanyak. biar cepat terealisasi. Masak tahun ini hanya ada Rp 600 juta. Ini tidak serius namanya,” ujar aktifis LSM Sumenep Independen ini.
Kepala ESDM Abd. Kahir menjelaskan, untuk PLTD Giliraje tahun ini memang dianggarkan Rp 600 juta. Itu untuk menuntaskan tiang, aksesoris dan pembebasan lahan. “Ini tahapannya, tahap 1 tiang, tahap 2 tanah, tanap 3 rumah listrik dan jaringan sementara tahap 4 genset,” katanya.
Mantan Kabag Humas Pemkab Sumenep ini menuturkan, pihaknya meminta masyarakat sabar. “Cepat atau lambatnya tergantung seberapa besar alokasi anggarannya. Kami juga ingin cepat,” tukasnya. (yt)