madurazone.co, Sumenep – Adanya banyak keluhan guru terkait setoran uang ke oknum dinas pendidikan (disdik) Sumenep, Madura, Jawa Timur direspon serius oleh dewan pendidikan kabupaten Sumenep (DPKS). DPKS menilai setoran atau “uang pelicin” itu masuk gratifikasi.
Anggota DPKS Firdaus menjelaskan, masalah setoran uang ke oknum disdik itu sudah menjadi rahasia umum. Hanya saja, wujud pemberian itu yang tidak tampak. “Kalau dari hasil amatan kami kejadian itu sudah lama, bukan hal baru. Dan, itu terstuktur dan massif,” katanya.
Dia mengungkapkan, para guru atau lainnya menyetor untuk mendapatkan pelayanan yang baik dan cepat. Itu juga dimanfaatkan oleh oknum untuk bermain. “Bisa jadi itu dikatakan suap atau gratifikasi. Atau bisa dengan bahasa kasar diduga pemerasan,” ungkapnya dengan nada serius.
Menurut mantan Jurnalis senior ini, pihaknya masih adanya pola lama setoran uang itu. Ini bagian dari kelemahan pengawasan yang terjadi didisdik. “Jadi, memang cukup lemah, atau memang dibiarkan masalah ini. Sehingga, menggurita,” ucapnya.
Sekretaris Disdik Moh. Kadarisman tetap membantah adanya setoran uang itu. “Tidak ada setoran uang dari siapapun. Kalau ada silahkan siapa yang bermain, tunjuk saja biar ada pembinaan secara merata,” ujarnya.
Sebelumnya, Disdik Sumenep diduga ada banyak setoran uang untuk memuluskan urusan. Misalnya, untuk mengurus Dapodik. Termasuk juga, diperkirakan ada setoran sertifikasi dan juga mutasi. (yt)