Madurazone.co, Sampang – Sekitar 200 atau 20 persen kelompok tani (poktan) di Sampang, Madura, Jawa Timur tidak aktif. Itu lantaran ratusan poktan itu tidak melakukan fungsinya sebagai kelompok dari petani, alias tidak ada kegiatannya sama sekali.
Kabid Sarana dan Prasarana Penyuluhan Pertanian Dinas Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Pertanian (DKP4) Bambang Subagiyo menjelaskan, dari 1.021 poktan yang ada di Sampang 20 persen tidak sehat. “Yang aktif cukup banya, sampai 80 persen, sisanya tidak aktif,” ujarnya.
Dia mengungkapkan, indikasi tidak sehat itu lantaran tidak melaksanakan kegiatan pertanian sama sekali. Dan, tidak pernah melakukan pertemuan. “Satu tahun sekali minimal ada pertemuan rapat anggota, tapi tidak ada. Kami masih melakukan pendekatan,” ujarnya.
Menurut Bambang pihaknya hanya memberi waktu dua tahun untuk berbenah. Sehingga, bisa aktif lagi. “Persuasif kami lakukan, jika tidak ada pembenahan maka bisa jadi pengurusnya diganti saja,” tukasnya. (red)