Madurazone.co, Sumenep – Dugaan pembangunan dermaga di pulau Gililabek, Desa Kombang, Kecamatan Talango, Sumenep, Madura Jawa Timur yang salah perencanaan direspon kalangan dewan. Bahkan, dewan menilai anggaran Rp 200 juta menjadi terbuang sia-sia alias mubazir.
Anggota komisi II Akis Jazuli menjelaskan, pembangunan yang tidak bisa difungsikan, anggaran menjadi mubazir. Sebab, sejatinya pembangunan harus bermanfaat kepada masyarakat. “Apabila tidak bisa dinikmati, maka mending dialihkan ke program lain. Otomatis, Ini tidak tepat sasaran namanya,” ujarnya.
Menurut sekretaris Fraksi PKB ini, aspirasi masyarakat menjadi penting dalam setiap pembangunan. Dermaga Gililabek bagian tidak menerima aspirasi masyarakat. “Berarti perencanaan yang dilakukan mengabaikan aspirasi masyarakat. Seharusnya, dalam perencanaan kebutuhan masyarakat diakomodir,” ujarnya.
Politisi asal Talango ini mengungkapkan, pada akhirnya keberadaan Gililabek sudah menjadi tidak bermanfaat. “Jangan-jangan keberadaan pembangunan dermaga Gililabek hanya dijadikan proyek semata, bukan untuk masyarakat. Ini yang perlu kita curigai,” ungkapnya.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Moh. Jakfar membantah jika dianggap mubazir. Keberadaan dermaga ini bisa dimanfaatkan untuk yang lain. “Bisa untuk nongkrong untuk menyelam. Jadi, keberadaanya tetap akan bermanfaat,” ucapnya.
Pembangunan Dermaga Gililabek diduga tidak tepat sasaran dan salah perencanaan. Sebab, pembangunan senilai Rp 200 juta dari APBD Sumenep lokasinya di sebelah barat, yang notaben tempat terumbu karang. Sehingga, tidak bisa dibuat sandar perahu. (yt)