Madurazone.co, Sumenep – Sejumlah guru dan karyawan SMPN 1 Lenteng, Sumenep, Madura, Jawa Timur kompak membantah kepala sekolah (kepsek) yang dikabarkan jarang ngantor. Mereka mengklaim kepseknya dimaksud terbilang sangat rajin, dan selalu berada di di sekolah, kecuali terdapat kegiatan di luar.
Tidak hanya itu, sejumlah guru dan karyawan juga membuat pernyataan tertulis. Pernyataan itu ditandatangi bersama, sebagai bentuk protes atas pemberitaan yang beredar. ”Dengan pernyataan ini kami tegaskan, Pak Farid (kepsek, Red) sangat rajin berada di sekolah, setiap hari pasti ada di kantor. Kecuali ada kegiatan di luar kantor, seperti rapat di dinas pendidikan (disdik), MKKS atau agenda lainnya,” kata Leni Permana dalam rilisnya ke redaksi madurazone.co, dan diamini sejumlah guru-karyawan.
Menurutnya, kepseknya merupakan kepala sekolah yang beprestasi. Sehingga, tidak memungkinkan untuk memberikan contoh yang tidak baik kepada sejumlah karyawan di sekolah. ”Beliau merupakakn kepsek yang diperhitungkan. Jadi, secara logika sangat tidak mungkin kalau dibilang tidak ada di kantor. Saya disdik juga mengetahui kondisi ini. Beliau memberikan inspirasi bagi kami,” ucapnya.
Leni menuturkan, keberadaan Kepsek di SMPN 1 Lenteng yang belum satu tahun ini ternyata membawa banyak perbubahan. Salah satunya dari sisi kedisiplinan yang sudah mulai meningkat, peningkatan SDM (sumber daya manusia). ”Bapak itu orang yang sangat disiplin, tentu tidak akan melakukan hal-hal yang indisipliner. Jadi, kami tegaskan kepala sekolah sekolah rajin. Maka klarifikasi karena juga menyangkut institusi sekolah kami,” tuturnya dengan nada keras
Memang, beberapa hari belakangan kepesek SMPN 1 Lenteng diberitakan jarang ngantor. Dia hanya diperkirakan hanya mengikuti apel, setelah itu pulang. Namun, kabar itu dibantah oleh kepsek. Dan, belakangan sejumlah guru malah juga ikut membantah dengan memberikan pernyataan tertulis. (ysd/yt)