Wabup Sumenep Minta Budaya Kerapan Sapi Terus Dilestarikan

  • Whatsapp

Madurazone.co, Sumenep – Wakil bupati (wabup) Sumenep, Madura, Jawa Timur Achmad Fauzi meminta budaya sapi terus dilestarikan. Sebab, budaya sapi merupakan aset Madura, sehingga tidak boleh punah dan harus terus dikembangkan.

Itu disampaikan wabup dalam acara lomba kerapan sapi di Kecamatan Gayam, pulau Sepudi. Acara dengan tema Kerapan Sapi Supermantap itu diikuti oleh 36 pasang sapi, bertempat di lapangan Adipoday, Gayam. Acara itu di buka langsung oleh wabup Achmad Fauzi. Hadir juga camat Gayam Syamsuri, camat Nonggunong. Kabag Hukum Setiawan Karyadi juga ikut dalam acara tersebut.

Muat Lebih

“Acara kerapan sapi yang diikuti oleh para pemilik sapi ini harus dilestarikan. Jangan sampai punah, sebab ini budaya khas yang sudah diketahui publik. Jangan biarkan ini tergerus budaya modern, harus terus. Perlombaan terus dilakukan,” kata wabup dihadapa warga.

Apalagi, sambung dia, kerapan sapi itu memang berawal dari pulau Sepudi. Dimana kerapa sapi ini diperkenalkan oleh pengeran Katandur, pada abad ke 13. “Jadi, di awali membajak sawah dengan cara mengerap sapi. Kebiasaan ini kemudian menjadi tradisi,” ujarnya.

Untuk itu, masayarakat sepudi, dan Sumenep untuk tidak apatis terhadap kerapan sapi. Berikan pemahaman kepada anak muda untuk terus melestarikan budaya kerapan sapi itu. “Jadi, kami sebagai pemerintah akan mensupport untuk tetap dilestarikan. Minimal dengan perlombaan kerapan sapi semacam ini,” ucapnya. (yt)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.