Madurazone.co, Sumenep – Sebanyak 8 anak buah kapal (ABK) KLM Putra Jaya, asal Pekalongan, Jawa Tengah telantar di Desa Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Sumenep, Madura, Jawa Timur. Mereka telantar karena kehabisan bekal karena tidak dibayar oleh majikannya, H. Masdawi.
Wahyu, salah satu ABK menjelaskan, pihaknya bekerja di sejak tiga bulan lalu. Sayangnya, majikannya tidak membayar upahnya. “Karena tidak dibayar kami tidak mau mrlanjutkan bekerja lagi. Nah, ternyata kami malah diturunkan di Pegerungan Besar,” katanya kepada wartawan.
Dia menjelaskan, saat mau kembali pihaknya sempat dieri uang Rp 100 ribu per ABK. Padahal, dari catatan merek, dari hasil tangkapan ikan mendapatkan Rp 160 juta. “Karena kami tidak punya biaya cukup, akhirnya pulang dengan naik kapal barang,” ucapnya.
Namun, menurut Kepala Dinas Sosial Moh. Ramli, akibat tidak mau diperpanjang kontrak kerjanya akhirnya mereka diturunkan di Pagerangan besar. Jumlah ABK yang bersama mereka sebanyak 21 orang. “Mereka kemudian diberi uang sebesar Rp 1 juta,” katanya.
Dia memgungkapkan, pihaknya ke depan akan memulangkan delapam orang tersebut. Mereka diberikan uang transport untuk bisa sampi ke tempat asalnya. “Uang saku pasti dapat untuk pulang ke rumahnya,” ucapnya.
Ke delapan ABK itu di antaranya, Rahmat, (55), asal Desa Juruk, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, Warat, (30), Desa Pandem Sari, Kecamatan Panjang, Kabupaten Pekalongan, Wahyu, (27), Yoga (15), Ikbal, (13) dan Andi, (18), masing-masing asal jalan A Yani, Kecamatan Jontaan Sari, Pekalongan, selain itu, Sukron, (62), jl. Yos Sudarso Rt. 001 Rw. 012 Kel. Panjang Wetan Kecamatan Pengalongan Utara Kabupaten Pekalongan, Agus Darmawan, (44), Kel. Cakung Barat, Kecamatan Cakung Jakarta Timur. (yt)