Madurazone.co, Sumenep – Masyarakat Giliraje yang tegabung dalam Komisi Pemuda dan Masyarakat untuk Keadilan(KompaK) kembali mendatangi kantor bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur, Senin (11/4/2016). Mereka mempertanyakan keseriusan proyek pembangunan pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di Giliraja, yang terkesan lamban.
Warga melakukan audensi di lantai II Pemkab. Mereka ditemui Asisten Ekonomi Heri Kuntjoro Pribadi dan Kepala ESDM Abd. Kahir. Pada audensi terjadi dialog yang sangat alot antara kedua belah pihak terkait pembangunan PLTD yang tidak diseirusi pemkab.
Sekrataris Kompak Romza menjelaskan, pihaknya menuding pemkab ingkar janji pembangunan PLTD. Padahal, dalam aturannya proyek multiyears harus selesai dalam periode pemerintah bupati. “Tapi, sampai saat ini ternyata belum ada titik. Ini menandakan pemkab tidak serius,” katanya.
Dia menegaskan, dengan lamanya realisasi PLTD maka tiang sudah mulai banyak roboh. “Pada, akhirnya anggaran untuk tahapan PLTD menjadi sia-sia. Harusnya itu sudah disegerakan pembangunannya,” ucapnya dengan nada tegas.
Untuk mempercepat pembangunan tersebut, maka pihaknya meminta CSR harus segera dialihkan Ke PLTD. “Apabila tidak mau mengalihkan CSR ke PLTD. Maka, mendingan perusahaan migas yang ada keluar saja dari Giligenting, kalau tidak bisa memberikan manfaat,” ujarnya.
Sementara, Asisten Ekonomi dan Pembagunan, Hery Koentjoro Pribadi menegaskan, pembagunan PLTD di Giliraje harus melalu beberapa tahap. Pertama, pemasangan tiang, kedua pemasangan jaringan, kemudian rumah listrik dan yang terakhir adalah pengadaan Genset.
“Untuk di Giliraje, pemasangan tiangnya sudah, tinggal tiga tahap. Artinya, tidak akan menelan waktu lama bagi masyarakat sana menikmati hasilnya, yah antara tahun 2019-2020 pastinya,” tukasnya. ( AL/yt)