Dua Sekolah Unggulan di Sumenep Terima Siswa Lebihi Kuota?

  • Whatsapp

Madurazone.co, Sumenep – SMPN 1 dan SMPN 2 Sumenep, Madura disinyalir disinyalir menyalahi ketentuan pemprov soal penerimaan siswa didik baru (PPDB). Yakni, dua sekolah unggulan itu menerima siswa melebihi pagu yang sudah ditentukan.

Pemerhati pendidikan Agus M menjelaskan, SMPN 1 Sumenep menerima siswa baru sebanyak 360 orang. Padahal, kuota berdasarkan juknis dari pemprov Jatim sebanyak 324 orang dengan masing-masing kelas maksimal 36 orang. ” Di SMPN 1 Sumenep ada 9 kelas jadi 324. Namun, siswa yang masuk 360, berarti ada kelebihan 36 orang,” katanya.

Muat Lebih

Dia mengungkapkan, hal yang sama terjadi di SMPN 2 Sumenep, di sekolah hanya lebih 18 orang siswa. ”Dari 9 kelas seharusnya 324 siswa, tapi menerima 342. Berarti ada kelebihan kuota sebesar 18 orang. Nah, dua sekolah ini kami kira sudah melanggar juknis dari pemprov Jatim,” katanya kepada madurazone.co.
Menurutnya, kelebihan kuota itu tentu saja berdampak kepada penerima siswa baru di sekolah lain yang bukan unggulan. ”Otomatis berdampak. Dua sekolah itu kan unggulan, kalau masih bisa masuk tidak mungkin akan lari sekolah yang bukan unggulan,” tuturnya.

Seharusnya, dinas pendidikan (disdik) tidak memberikan izin terkait penambahan kuota dari dua sekolah unggulan. Sebab, tidak mungkin dua lembaga itu mengambil siswa melebihi kuota lebih tanpa “restu” dari disdik. ”Ini ada apa, kami curiga disdik dengan dua lembaga ini,” ucap alumnus UMM Malang ini.

Plt Kepala Bidang Pendidikan Menengah (dikmen) Sumenep Munir belum bisa menjelaskan secara detil. Pihaknya masih menunggu laporan resmi dari pihak lembaga. ”Kalaupun benar ada kelebihan lembaga tentu tidak masalah selama ada izin dari disdik,” katanya tanpa panjang lebar. (yt/red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.