Madurazone.co, Sumenep – Penantian lembaga madrasah diniyah (madin) di Sumenep, Madura, Jawa Timur untuk mendapatkan Bantuan Operasional Daerah (Bosda) masih harus dipendam. Pasalnya, bantuan itu belum juga dikucurkan ke lembaga pendidikan agama itu.
Rasyidi, salah satu kepala Madin di Kecamatan Gapura, mengaku sampai saat ini belum mendapatkan dan Bosda itu. “Yang jelas saya suda mengajukan proposal berikut lampiran persyaratannya ke Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep, namun sampai saat ini saya tidak dapat, padahal saya suda lama mengajukannya, sekitar bulan 4 kemarin,” akunya.
Padahal, dana Bosda itu sangat dibutuhkan lembaga. Sebab, operasional swasta itu bisa diambilkan dari itu. “Operasional kami satu-satunya untuk madrasah diniyah. Jadi, ini sangat membantu, tapi kok sampai detik ini belum juga direalisasikan,” ujarnya.
Kasi PD dan Pontren mengaku suda lama berkas diajukan ke pihak Disdik, karena yang berhak mencairkan dana itu adalah Disdik. Adapun tugas dari Kemenag hanya di pendataan dan verifikasi berkasatau data, “kalau masalah keuangan atau pencairannya itu bukan wilayah kami, itu sudah sepenuhnya ditangani Disdik, tepatnya di Kasi PLS (Pendidikan Luar Sekolah, Ret.),” kata M. Yasin Kasi PD dan Pontren Kemenag Sumenep.
Mengenai jumlah lembaga Madin yang dijukan oleh Kemenag untuk mendapatkan Bosda M. Yasin setidaknya 1223 Madin. (AL /yt)