Madurazone.co, Sumenep – Rumah Mustamim, 45, di Dusun Tanah Bentar Barat, Desa Ganding, Sumenep, Madura, Jawa Timur geger menjadi pelampiasan massa. Massa yang berjumlah ratusan orang itu merusak rumah bahkan membakar motor miliknya.
Aksi anarkhis massa ini dipicu lantaran apel non aktif ini masuk ke rumah Hariyadi, warga setempat. Dia masuk tengah malam, sekitar pukul 00.30 melalui pintu belakang. Namun, aksinya itu diketahui pemilik rumah. Sontak saja, pemilik rumah berteriak Maling.
“Mendengar teriakan maling, Mustamim kabur dari pintu. Namun, massa sudah terlanjur berhamburan keluar dan melakukan pengejaran kepada korban. Hingga melakukan pengepungan, ” kata Kasubag Humas Polres Sumenep AKP Suwardi.
Dia mengungkapkan, saat dilakukan pengejaran hingga ke rumah korban dan menyebabkan amarah massa memuncak. Sehingga, massa melampiaskan dengan merusak rumah, dan kemudian membakar motor milik korban hingga tersisa kerangka.
“Sesampainya di rumah Mustamim, warga langsung melempari rumah dengan batu kapur, bata, dan batu gunung. Lalu membakar motor korban, ” ungkapnya.
Menurut mantan Kapolsek Kalianget ini menuturkan, kejadian ini langsung mendapatkan atensi kepolisian setelah mendapatkan laporan dari kades. Namun, dari penyelidikan sementara, aksi tersebut diduga karena faktor perselikuhan.
“Polisi sudah mengamankan barang bukti (BB) berupa batu kapur, batu gunung dan batu bata yang diduga sebagai alat pengrusakan dan pecahan kaca di Tempat Kejadian Perkara ( TKP),” tukasnya. (yas/yt)