Direktur Akui PD Sumekar Pailit, Aktifis Geram

  • Whatsapp

Madurazone.co, Sumenep – Penutupan Apotek yang dikelola PD Sumekar dibenarkan oleh Direktur Darwies Maszar. Penutupan dilakukan lantaran salah satu badan usaha milik daerah (BUMD) itu mengalami pailit alias rugi.

“Yang ditutup itu bukan PD Sumekar, melainkan Apoteknya saja, karena mengalami kerugian. Maklum, yang dikelola PD Sumekar selama ini memang Apotek, jadi kesannya PD Sumekar yang ditutup. Tidak,!,” kata Darwies Mazsar, Direktur PD Sumekar kepada madurazone.co.

Muat Lebih

Selain masalah kerugian, sambung dia, ditutupnya Apotek, karena apoteker yang lama berhenti, dan tidak menemukan apoteker yang baru. Padahal, hal tersebut menjadi persyaratan apotek. “Alasan tidak dapat apoteker juga dasar untuk melakukan penutupan, ” ungkapnya.

Sebenarnya, menurut mantan anggota DPRD Jatim, PD Sumekar itu awalnya mengelola simpan pinjam, perbengkelan, properti dan lainnya. Namun, pada akhirnya hanya apotek. “Apotek sudah mengalami kerugian, bahkan memiliki hutang. Sehingga, ditutup namun PD Sumekar tetap ada, ” ujarnya.

Sementara itu, Fadal Aktifis Formatif mengaku sangat geram dengam ditutupnya Apotek. Sebab, seharusnya apotek milik pemkab itu menghasilkan dan memberikan sumbangan kepada PAD (pendapatan aslo daerah). “Swasta saja mengelola Apotek untung, masak pemerintah sangat lucu, ” tuturnya.

Dia menuturkan, kerugian ini menandakan jika manajemem tidak inovatif dalam mengelola. Seharusnya, pihak rumah sakit dan puskesmas bisa bekerjasama dengan PD Sumekar soal obat. “Rumah sakit saja tidak kerjasama dengan Apotek milik pemkab. Jadi, kurang inovatif saja, ” tuturnya.

Jika masih tetap dilanjutkan, sambung dia, pemimpin PD Sumekar harus memiliki visi yang jelas. Sehingga, target dalam memberikan PAD bisa terlaksana. (nz/yt)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.