Madurazone.co, Sumenep – Masih banyaknya jabatan kosong di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) menjadi perhatian sekretaris komisi I DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur, Syaiful Bari. Dia meminta untuk segera dilakukan pengisian jabatan yang sudah lama di duduki oleh pelaksana tugas (Plt).
”Hasil amatan yang kami lakukan ternyata banyak pejabat di OPD yang masih kosong dan dijabat oleh Plt. Padahal, kekosongan itu berlangsung dalam kurun waktu yang cukup panjang, namun malah terkesan dibiarkan hingga ada pimpinan OPD. Kenyataan ini sangat kami sesalkan. Sebab, ini berkaitan dengan pelayanan publik kepada masyarakat. Optimalisasi dan maksimalisasi,” kata Sekretaris komisi I DPRD Sumenep Syaiful Bari.
Fakta ini, sambung dia, seharusnya menjadi perhatian dari bupati dan wakil bupati Sumenep untuk segera melakukan pengisian kepada sejumlah pejabat yang kosong. Pihaknya menginginkan tidak terlalu lama membiarkan kursi jabatan kosong dan hanya dijabat Plt. ”Bola liar itu tentunya berada pada pucuk pimpinan Sumenep, yakni bupati dan wabup. Apabila keduanya memiliki political will untuk mengisi jabatan, maka kekosongan itu tidak akan berlangsung lama. Ironis jika jabatan terlalu lama dibiarkan kosong,” ujar politisi PPP ini.
Apalagi, sambung dia, di lingkungan pemkab Sumenep banyak stok ASN (Aparatur Sipil Negara) yang bisa mengisi kekosongan itu. Bahkan, dari hasil amatannya mereka terbilang cakap dan berkualitas, dan apabila mendapatkan jabatan dipastikan tidak akan menolak, karena itu bagian dari tugas yang harus dijalankan. ”Jabatan itu karir, maka yang dibawah pasti akan naik kelas. Apalagi, kalau hanya setingkat kepala bidang (kabid) tidak perlu untuk dilakukan lelang jabatan, hanya tinggal menunjuk saja. Maka tidak akan ada kesulitan. Tinggal kemauan saja,” ujarnya
Untuk itu, pihaknya meminta untuk segera dilakukan pengisian jabatan yang masih kosong. Sehingga, pemerintahan birokrasi bisa berjalan secara normal dan optimal. ”Kami mengharap pemeritah tidak segan-segan untuk melakukan pengisian. Apalagi stok melimpah, jangan menuda pengisian jabatan. Baperjakat juga harus bertindak untuk mengisi jabatan yang kosong. Sebab, sangat ironi jika jabatan harus dibiarkan kosong terlalu lama,” ungkapnya.