Madurazone.co, Sumenep – Ketua DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur Herman Dali Kusuma melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) setempat. Dia menggugat Ketua DPC, DPW dan DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Gugatan itu didaftarkan dengan register nomor 23/pdt/G/2018/PN.Smp. Politisi PKB itu menggugat lantaran pihaknya bakal diganti dari pucuk pimpinan wakil rakyat tanpa alasan yang jelas. Otomatis, dinilai tidak prosedural. Apalagi, pihaknya tidak pernah mendapatkan teguran apapun dari partai terkait “kesalahan” yang dilakukan.
“Digantinya, ketua Dewan ini dinilai tidak sesuai dengan AD/ART Partai. Sebagai falsafah pegangan dalam menjalankan roda organisasi partai, ” kata Deki Irawan, Kuasa Hukum Herman Dali Kusuma.
Seharusnya, jika memang ketua dewan melakukan kesalahan, maka dilayangkan surat teguran baik tulisan maupun lisan. “Jadi, itu tidak pernah dilakukan. Anehnya, lagi DPP malah menyetujui proses pergantian itu. Seharusnya menolak, ” ucapnya.
Sebab, sambung dia, selama ini Herman Dali Kusuma adalah sosok yang loyal dan royal kepada parat besutan KH. Abdurrahman Wahid itu. “Dia sudah berjuang, baik perjuangan itu berupa tenaga, pikiran bahkan materi. Ini harus jadi pertimbangan juga, ” tuturnya.
Selain itu, menurut Deki, pihaknya juga menemukan kejanggalan SK (surat keputusan) DPP Kepada DPC. Di mana dalam SK tidak jelas alasan kesalahan yang dilakukan. “Maka dengan kami meminta pergantian itu ditunda, sampai ada kepastian hukum. Sebab, proses masih berjalan. Supaya tidak ada kesan dipaksakan, ” tuturnya.
Ketua DPRD Sumenep direncanakan diganti dengan baru. Kabar yang behembus Dul Siam akan menjadi penggantinya. Keputusan itu sudah disampaikan ke Dewan. Bahkan, Ketua DPC KH. Imam Hasyim menarget minggu pergantian sudah bisa dilakukan.
Sementara Aktifis Lembaga Demokrasi dan Kebangsaan (LemDek) Rasidi mengaku prihatin dengan kondisi di Internal PKB. Seharusnya, sebelum melakukan pergantian ada tabayun terlebih dahulu. “Ini Demokrasi, kalau memang ada kesalah ditabayun dulu, diklarifikasi, baru diambil keputusan, ” ujarnya.
Dia menegaskan, ini harus menjadi perhatian di Internal. Sehingga, partai berlambang bola dunia ini tetap solid. “Demokrasi harus tetap dijunjung, keputusan jangan sepihak. Apalagi, saat hampir pemilu. Khawatir bisa berimbas pada suara partai, ” ujarnya. (nz/yt)