Madurazone.co, Sumenep – Wakil bupati (Wabup) Achmad Fauzi memastikan untuk mengawal kualitas garam di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Utamanya untuk jenis garam kualitas 1 (KW 1) dan KW 2.
Kepastian disampaikan orang nomor dua di lingkungan pemkab Kota Sumekar ini dihadapan Kementerian Kordinator (Kemenko) Maritim Luhut Binsar Panjaitan, Kamis (25/9/2019). Pada kesempatan itu juga hadir Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Juga Meperin Airlangga Hartanto.
Memang, soal garam belakangan menjadi polemik di masyarakat. Sebab, harga garam di dikeluhkan petani. Bahkan, Gubernur Jatim juga sempat turun ke Sampang memantau garam. Sementara Achmad Fauzi juga sering berdiskusi garam dengan para petani garam.
“Saat rapat kami menyatakan akan mengawal kualitas garam di Kabupaten Sumenep ini. Hal ini sesuai dengan arahan dan perintah dari menteri untuk menjaga kualitas garam, ” kata Suami Nia Kurnia ini.
Pengusaha Sukses ini menuturkan, kualitas garam yang perlu dijaga adalah Kw 1 dan Kw 2. “Ketika kualitas garam ini terjaga, maka harga juga harus ada kepastian. Minimal tidak merugikan petani. Masalah ini juga kami sampaikan, ” tuturnya.
Menurut Fauzi, pihaknya juga meminta perhatian pemerintah terkait infrastruktur. Sehingga, bisa menunjang pada hasil kualitas garam. “Infrastrukturnya juga harus dipastikan, utamanya yang menunjang pada pelestarian kualitas garam di sini (Sumenep, Red), ” tukasnya.
Sementara Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dalam keterangannya sebagaimana dilansir detik.com, banyak keluhan terkait harga garam di Jatim. Di mana harga garam turun drastis. Sehingga, diperlukan harga dasar atau Harga Pokok Penjualan (HPP) khusus garam.
Sehingga, HPP ini diharapkan mampu menjadi alat proteksi petani garam saat terjadi over suply. Dampaknya, tidak akan mengalami penurunan harga secara drastis. (nz/yt)