Madurazone. SUMENEP – Awan cumulonimbus yang biasa menimbulkan petir saat ini sedang banyak bermunculan di langit wilayah perairan Pulau Madura, Jawa Timur. Warga dihimbau untuk terus waspada untuk menghidari ancamannya.
Awan cumulonimbus adalah sebuah awan vertikal menjulang (keluarga D2) yang sangat tinggi, padat, dan terlibat dalam badai petir dan cuaca dingin lainnya. Kumulonimbus berasal dari bahasa Latin, “cumulus” berarti terakumulasi dan “nimbus” berarti hujan. Awan ini terbentuk sebagai hasil dari ketidakstabilan atmosfer.
Kepala Badan Mateorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalianget, Sumenep Usman Holid, mengatakan, hasil pantauan BMKG terdeteksi adanya awan Cumulonimbus di perairan utara Madura, yang meliputi perairan Kabupaten Sampang, Pamekasan dan perairan Kabupaten Sumenep.
“Update citra radar cuaca saat ini perairan utara madura terpantau adanya awan hujan (awan comolonimbus),” katanya sebagaimana rilis dalam group Whatsapp resmi BMKG Kalianget, Selasa,
Awan cumulonimbus merupakan awan vertikal menjulang yang sangat tinggi, padat, dan terlibat dalam badai petir dan cuaca dingin lainnya. Awan ini terbentuk sebagai hasil dari ketidakstabilan atmosfer. Awan-awan ini dapat terbentuk sendiri, secara berkelompok, atau di sepanjang front dingin di garis squall. Awan ini menciptakan petir melalui jantung awan.
Oleh sebab itu, Usman menghimbau masyarakat terus waspada guna menghindari terjadinya hal yang tidak diinginkan terjadi. “Mohon untuk berhati-hati, karena keberadaannya awan tersebut dapat meningkatkan kecepatan angin dan ketinggian gelombang,” himbaunya (jn/yt)