Madurazone. SUMENEP – Proses tender jembatan untuk Desa Montorna, Kecamatan Pasongsongan, Sumenep, Madura, Jawa Timur kandas. Pasalnya, tender proyek senilai Rp 1 miliar melalui APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) 2020 tak ada peminatnya.
Akibatnya, proyek tersebut dilelang ulang (retender) oleh pihak LPSE (Layanan pengadaan secara Elektronik) Pemkab Sumenep. Hal itu dilakukan agar proyek yang sempat tertunda bisa ada pelaksannya di tender kali kedua itu. Kabarnya, saat ini lelang sudah diluncurkan.
Kasubag Pengelolaan Pengadaan Barang dan Jasa LPSE, Idham Halil mengakui jika tender proyek tender jembatan itu sudah dilakukan untuk kali kedua. Sebab, di tender yang pertama tak ada pendaftar. “Karena tak ada yang minat, maka terpaksa kami lakukan tender ulang. Segera sudah mulai tendernya,” katanya kepada media ini melalui sambungan telepon.
Maklum, sambung dia, konstruksi yang akan digunakan dalam pelaksanaan jembatan itu adalah baja. Sehingga, ini dianggap menyulitkan pihak rekanan, termasuk proses sampainya ke lokasi proyek. “Proyek ini menggunakan baja. Bisa saja ini menjadi kendala sepi peminat,” ungkapnya.
Sebenarnya, menurut mantan Kasi di Dinas PU Bina Marga ini, jembatan ini juga sudah pernah dianggarkan 2019 lalu. Bahkan, juga dilakukan tender, sayangnya juga tak ada yang berkenan. “Semoga untuk tahun ini. Di tender yang kedua bisa ditentukan pemenang pelaksanaan proyek jembatan itu,” tuturnya.
Idham Halil menyatakan tender ini dipastikan akan berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku (on the track). “Gak ada istilah pengondisian. Sebab, sistem sudah berjalan. Sehingga, dipastikan tender akan berjalan secara prosedural. Bisa dipantau nantinya,” tukasnya. (nz/yt)