Diduga Empat Kegiatan Dikerjakan Satu, Program Miliaran BOKB Dinkes Sumenep Jadi Bancakan?

  • Whatsapp

Madurazone. SUMENEP – Kegiatan Dana Operasional Keluarga Berencana (BOKB) di Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep, Madura, Jawa Timur Disoal. Pasalnya, sebagian kegiatan dengan anggaran melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) itu diduga fiktif.

Indikasinya, kegiatan yang salah satunya meliputi penyuluhan, pembinaan dan lini lapangan ini disinyalir tidak dijalankan sesuai petunjuk teknis (juknis). Dimana empat kegiatan diperkirakan hanya dilaksanakan satu saja, sementara tiga kegiatan diduga fiktif.

Muat Lebih

Kegiatan-kegiatan ini termaktub dalam rincian program BOKB. Tak tanggung-tanggung anggaran ini cukup besar dan fantastis, yakni mencapai Rp 9,6 miliar lewat Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Sehingga, keberadaanya menjadi sorotan sejumlah pihak.

“Ya mas, memang kegiatan ini hanya dikerjakan satu sementara tiganya numpang di kegiatan ini. Modusnya dengan ganti pakaian saja. Jadi, tiganya diduga fiktif,” kata salah satu sumber di internal Dinkes kepada media ini.

Otomatis, sambung dia, untuk biaya mamin (makan minum) tentu diperkirakan hanya digunakan satu saja. Padahal, semua kegiatan itu sudah ada anggarannya. “Dari empat -kalau benar- hanya satu kegiatan yang dikerjakan, kan include di satu kegiatan, termasuk mamin. Padahal, masing-masing ada anggarannya,” ungkapnya.

Sumber ini menuturkan, ini diduga hanya menjadi modus untuk “mengejar” keuntungan. Sehingga, ini perlu menjadi atensi sejumlah pihak untuk melakukan investigasi. “Ini kegiatan mirip saja, misalnya penyuluhan sama pembinaan kader maka bisa saja jadi satu kegiatan. Tanpa disadari oleh audien,” paparnya.

Aktifis Sumenep Independen (SI) Sahrul Gunawan menyesalkan program miliaran itu yang diduga tidak dilakukan sebagaimana mestinya. “Jika benar begitu (empat kegiatan dikerjakan satu, Red), maka kami menduga ini hanya akan jadi bancakan saja,” katanya.

Pihaknya meminta pihak dinkes untuk menelusuri masalah ini. Bahkan, jika perlu melibatkan inspketorat untuk menelaah kebenaran ini. “Ya, perlu ditelusuri dulu, jika benar ada kejadian ini tentu sangat fatal, sebab bisa jadi ini perbuatan menyimpang,” ungkapnya.

Kepala Dinkes Sumenep Agus Mulyono mengaku masih belum mengecek soal kegiatan ini. Pihaknya memastikan akan meminta penjelasan kepada bidang terkait. “Nanti akan saya cek dulu, mau tanya ke bidang pelaksananya nanti,” katanya dalam sebuah perbincangan dengan media ini.

Sementara itu Kabid KB Dinkes Sumenep Ida Winarni juga membantah adanya empat kegiatan dan hanya dikerjakan satu saja. Semua kegiatan sudah dilakukan sesuai dengan juknis yang ada. “Kami masih terus memperbaiki kegiatan ini, utamanya tahun depan akan lebih baik,” jelasnya. (nz/yt)

Pos terkait